-

Topan

 

Usai Menyapa Filipina, Topan Utor Tak Lupa Menyapa China
Selasa, 20 Agustus 2013

        Topan Utor yang bergerak dengan kecepatan 200km/jam dan disertai hujan deras berhasil menyapa sejumlah kawasan di Filipina khususnya Pulau Luzon pada hari Senin (12/08/13) lalu. Sapaan yang dilontarkan oleh topan tersebut ternyata membawa dampak yang cukup signifikan yakni rumah-rumah rata dengan tanah akibat hembusan angin kencang serta tanah longsor yang terjadi dibeberapa tempat, lahan pertanian dan pohon-pohon hancur dihantam saat dilalui angin tersebut. Catatan pemerintah Filipina mengatakan bahwa kurang lebih 83.000 penduduk kehilangan tempat tinggalnya.

        Tak hanya kerusakan infrastruktur saja yang terjadi, 8 orang dilaporkan tewas akibat bencana ini dan 23 orang nelayan dilaporkan hilang karena kapal mereka terkena hantaman badai saat melaut. Hujan deras yang terjadi di ibukota Manila juga merupakan dampak dari sapaan topan utor yang mana menyebabkan banjir setinggi mata kaki dan akses ke provinsi Aurora tidak dapat dilalui akibat longsor yang terjadi.

        Tak berhenti di Filipina, topan utor melanjutkan kunjungannya ke kawasan selatan China termasuk Hong Kong pada hari Rabu (14/08/13) lalu. Sebelum topan tersebut mendarat di pantai provinsi Hainan dan Guangdong, pemerintah setempat telah mengantisipasi datangnya badai dengan mengungsikan puluhan ribu orang yang tinggal di dataran rendah serta menutup beberapa sekolah, kantor-kantor, dan transportasi baik udara, air maupun darat. Hong kong pun melakukan tindakan yang sama dengan menunda ratusan penerbangan dan bahkan membatalkan penerbangan yang dianggap membahayakan keselamatan jika tetap memaksa terbang. Akibatnya di beberapa bandara terjadi penumpukan penumpang akibat penundaan jadwal penerbangan tersebut.

        Kabar buruk pun terdengar akibat bencana yang melanda ini yakni sebuah kapal barang sepanjang 190 meter tenggelam di pantai Hong Kong karena diterpa gelombang setinggi 10-15 meter hasil picuan topan utor dengan kecepatan 90km/jam. Tak hanya itu, 22 orang dikabarkan tewas dan 8 orang hilang di provinsi Guangdong. Menyambung terpaan topan utor, hujan deras disertai angin ribut pun memicu banjir bandang yang menyerang beberapa provinsi daerah timur laut China yaitu Liaoning, Jilin, dan Heilongjiang. Banjir yang melanda tersebut mengakibatkan 74 orang tewas dan sejumlah akses transportasi lumpuh.

Sumber :
www.kompas.com
www.bbc.com